Cara Mengendarai Motor yang Benar Untuk Pemula

Kali ini Saya akan memberitahu Cara Mengendarai Motor yang Benar Untuk Pemula.
Artikel Saya ini bukan dimaksudkan untuk menggurui, Saya cuma ingin berbagi pengalaman saja. Bagi Anda yang masih pemula pasti masih bingung cara mengendarai yang benar. Jadi, daripada ilmu yang Saya tau ini menjadi basi, lebih baik dibagikan.

Cara Mengendarai Motor yang Benar Untuk Pemula

Sewaktu masih baru belajar motor, Saya beranggapan yang namanya keahlian mengendarai motor hanya perlu untuk kecepatan tinggi. Waktu itu bagi Saya yang penting adalah bagaimana ngerem dengan benar tanpa rem roda belakang, bagaimana cara belok dengan benar dan bagaimana menghindar dari kendaraan di depan. Jadi, fokus Saya waktu itu melatih teknik gas dan rem, teknik belok dan juga belajar menghindar dengan benar.

Setelah bertahun-tahun berlalu, Saya merasa kok skill Saya mengendarai motor tidak juga bertambah. Bahkan setiap kali naik motor, Saya merasa tegang, nggak bisa merasa santai. Setelah Saya pikirkan, Saya sampai pada kesimpulan bahwa ketegangan itu, karena Saya merasa tidak bisa mengendalikan motor dengan baik.

Pertanyaan berikutnya yang timbul di benak Saya adalah : “kenapa bisa begitu ? bukannya Saya sudah mempelajari teknik “ngebut”, teknik “nikung”, teknik “ngerem” dan teknik “ngutik” sebisa mungkin ? Kenapa Saya merasa masih kurang, setiap hari Saya berlatih ?”. Ternyata jawabannya ada di jalan, tepatnya di kondisi lalu lintas.

Hasil observasi Saya ternyata mengecewakan, karena banyak kesalahan yang Saya temukan, yaitu :

1. Kebiasaan memakai rem depan, ternyata SALAH jika diterapkan ketika kita berjalan perlahan.

2. Ketika jalan pelan, Saya punya kebiasaan menurunkan dan menyeret kaki. Saya mengira bahwa menurunkan kaki ketika motor berjalan pelan akan membantu menjaga keseimbangan, perkiraan ini ternyata SALAH.

3. Melihat ke bawah (ke bagian jalan tepat di depan ban depan motor kita) ketika motor berjalan pelan, teryata juga SALAH.

4. Melihat ke motor yang ada di depan kita ketika jalan pelan, juga SALAH.

Empat hal di atas merupakan kesalahan, karena :
1. Memakai rem depan ketika jalan pelan ternyata mengganggu keseimbangan. Apalagi kalau posisi ban depan kita tidak lurus, atau kita sedang belok perlahan-lahan, memakai rem depan pasti akan membuat kita jatuh. Kalau nggak percaya, coba deh cari jalan yang sepi, kemudian cari putaran (U turn). Ketika berputar, coba pakai rem depan jangan salahkan Saya, kalau Anda jatuh, hehe.
2. Menurunkan kaki ketika jalan pelan akan membantu keseimbangan. Kebiasaan dan Asumsi ini salah, karena ternyata menurunkan satu kaki ketika motor berjalan pelan sangat mengganggu keseimbangan. Ketika kaki kiri dan kanan kita taruh di atas foot peg kiri dan kanan, beban terbagi rata di antara foot peg kiri dan kanan. Tapi begitu satu kaki kita turunkan (yang merupakan kebiasaan banyak pengendara motor, ketika motor jalan pelan di kemacetan) keseimbangan jadi terganggu, karena beban jadi lebih banyak ke arah kaki yang kita turunkan.
Selain itu, menurunkan satu kaki juga berbahaya, karena kalau kita jatuh refleks kita akan menahan motor dengan kaki yang turun. Kaki harus menahan beban berat badan sekaligus berat motor kita (apalagi moge yang beratnya bisa lebih dari 200 kilogram) dan resikonya bisa patah atau yang sering terjadi, mata kaki bisa terkilir.

3. Melihat ke bawah juga ternyata salah, karena melihat ke bawah (baik ketika motor jalan pelan atau jalan cepat) sangat mengganggu keseimbangan. Ada pepatah yang bilang “Lihat ke arah mana kita akan menuju”. Kalau mau ke depan, ya harus lihat ke depan. Kalau melihat ke bawah, pasti kita akan menuju ke bawah juga alias jatuh. Ini juga boleh dicoba. Coba cari jalan yang sepi, terus kemudikan motor dengan pelan, kecepatan sekitar 10 km per jam. Kemudian lihat ke bawah, misalnya ke arah ban depan. Pasti secara otomatis keseimbangan kita terganggu, akibatnya kaki akan secara otomatis turun, atau kalau sial, ya jatuh. Sekali lagi, jangan salahkan Saya ya kalau jatuh, hehehe.

4. Melihat ke motor yang berada tepat di depan kita. Saya termasuk sering melakukan kesalahan ini. Ketika di tengah kemacetan dan motor jalan pelan, Saya sering sekali melihat ke motor di depan Saya, ini tidak salah kalau yang Saya lihat bukan ban belakang atau spakbornya, tapi masalahnya, Saya melihat ke arah spakbor atau ban belakangnya. Tujuan Saya adalah supaya nggak nabrak motor di depan Saya, tapi karena posisi ban belakang atau spakbor motor tadi ada di bawah, akibatnya sama dengan kalau kita melihat ke bawah, yaitu keseimbangan terganggu dan tanpa sadar kaki turun yang akibatnya keseimbangan lebih terganggu lagi.

Setelah menyadari semua kesalahan yang Saya lakukan tadi, Saya segera melakukan perbaikan dan berlatih mengendarai motor secara perlahan-lahan. Saat ini, meskipun belum mahir, skill Saya mengendarai motor dengan pelan sudah lumayan dan jauh lebih baik daripada dulu.

Semoga Bermanfaat !