Perusahaan Teknologi Transportasi Grab Berhasil Akusisi Uber

Uber di akusisi oleh Grab perusahaan transportasi teknologi digital

Akusisi usaha Uber di Asia Tenggara yang dikerjakan Grab dipandang seperti catatan histori terpenting. Klaim itu disebutkan secara langsung Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. Dia menyampaikan, akusisi itu adlah berita besar serta hal mengagumkan, karena jadi corprate action paling besar untuk starup di Asia Tenggara hingga sampai sekarang ini.

” Untuk perusahaan internet, ini ialah yang paling besar di Asia Tenggara. Serta ini akan jadi histori bersejarah, karena untuk kali pertamanya perusahaan tehnologi dari Amerika Serikat diakusisi perusahaan teknologi transportasi online dari Asia Tenggara. Ini jadi kebanggaaan untuk Asia Tenggara pastinya, ” kata Ridzki.

Diungkapkan Ridzki, Uber sudah sempat melirik penyedia service ride share lainnya. Namun selanjutnya, mereka pilih Grab karena dipandang paling besar di Asia Tenggara serta mempunyai tehnologi juga bakat oke. Diluar semua itu, perusahaan ride share garapan Antjony Tan itu dinilai mempunyai hari esok cemerlang di lokasi ini.

Sayangnya pencaplokan usaha Uber oleh Grab akan di kuatirkan menimbulkan praktek monopoli. Karennya, bukan sekedar di indonesia, beberapa negara lakukan investigasi berkaitan akusisi ini. Merespon hal itu, di pihak Grab mengatakan siap lakukan komunikasi dengan cara terbuka dengan beberapa pemangku kebijakan.

” Kami berkomunikasi aktif dengan pemerjntah serra terbuka menyikapi agency berkaitan. Serta kami yakin jika mematuhi apapun. Kami siap memberi info yang diperlukan pada semasibg negara, ” papar Ridzki.

Saran khusus Kementrian Perhubungan Indonesia yang ingin Grab merubah diri dari aplikator jadi perusahaan transportasi, Ridzki belumlah menjawab dengan secara detil. Dia cuma pastikan pihaknya tetap lakukan diskusi dengan cara langsung berkaitan regulasi serta menolong pemerintah melakukan keputusan.

Diluar itu, Grab lakukan diskusi dengan beberapa partner. Karena tiap-tiap ketetapan akan juga berisiko pada mereka. ” Sekarang ini kami tengah berdiskusi serta mendapat input dari partner masalah apa efek serta keuntungan dengan saran pemerintah. Namun kami tanggapi dengan serius, ” jelas Ridzki.